DIDUGA MASIH PEGANG KENDALI: KETUM TERKAMS SAMSUL BAHRI ST DAN WARGA MASYARAKAT MERAGUKAN KESERIUSAN CAMAT MEDAN AMPLAS, NAMIRA NASUTION DISEBUT MASIH JADI “IBU LURAH”
Terkamnews.com || -Medan SUMUT . Kasus DUGAAN Pemotongan Bantuan Sosial (Bansos Kesra) yang melibatkan mantan Kepala Lingkungan I, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Namira Nasution, ternyata belum selesai begitu saja.
Kini warga Masyarakat justru mempertanyakan KESERIUSAN Aparatur Pemerintah setempat dalam menindak tegas oknum tersebut. Warga menduga kuat, meski sudah tidak menjabat sebagai Kepling, Namira Nasution masih menduduki posisi strategis sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Harjosari II dan berkedudukan sebagai Pendamping Lurah.
MASIH DISEBUT “IBU LURAH”, POSISI LEBIH STRATEGIS
Dalam keterangannya, warga menyatakan bahwa selama ini Namira memang dikenal dengan sebutan “Ibu Lurah”.

“Meskipun secara Jabatan dia sudah tidak menjadi Kepala Lingkungan, tapi Faktanya dia masih memegang kendali sebagai Ketua PKK dan Pendamping Lurah. Posisi ini justru dinilai lebih strategis dan berpengaruh besar dalam pemerintahan kelurahan,” ungkap salah satu perwakilan warga, Senin (15/04/2026).
Warga menilai, selama posisi strategis ini masih dipegangnya, maka Proses Hukum dan Penegakan disiplin terhadap Kasus Pemotongan Bansos Kesra sebelumnya dikhawatirkan tidak akan berjalan maksimal dan justru menimbulkan keraguan di mata Masyarakat.
TUNTUTAN WARGA: SEGERA TERBITKAN SK PEMBERHENTIAN
Merespons hal tersebut, warga Lingkungan I Harjosari II mendesak Camat Medan Amplas dan Lurah Harjosari II untuk bertindak cepat.
“Kami meminta agar segera diterbitkan Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Namira Nasution dari jabatan Ketua PKK Kelurahan. SK tersebut harus ditunjukkan secara transparan kepada warga, dan segera dilantik penggantinya yang baru,” tegas mereka.
Warga menegaskan, Pembersihan dari unsur Pemerintahan harus dilakukan total, tidak boleh ada setengah-setengah atau Perlindungan terhadap oknum yang sudah terbukti bermasalah.
DIDUGA BANYAK KASUS SERUPA, WARGA SIAP LAPOR KE POLDA SUMUT
Selain soal Jabatan, warga juga meminta Inspektorat Kota Medan dan aparat PENEGAK HUKUM untuk tidak hanya berhenti pada satu KASUS ini.
“Ketua Umum DPP -LSM TERKAMS Bung, SAMSUL BAHRI HSB ST MENDUGA Kuat, pola Pemotongan BANSOS KESRA seperti ini bukan hanya terjadi di wilayah Kota Medan atau di Kecamatan Medan Amplas, mungkin di Kecamatan lain pun ada cuma tak berani untuk mengungkap dan bersaksi, Diduga banyak Kasus serupa yang juga terjadi bahkan hingga ke Deli Serdang yang belum terungkap,” tambahnya.
Oleh karena itu, warga masyarakat dan didampingi Advokasi Hukum DPP TERKAMS menyampaikan dalam waktu dekat akan membawa kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami sekaligus menyampaikan bahwa kami akan melaporkan permasalahan ini secara resmi ke Polda Sumatera Utara, agar ditelusuri lebih dalam siapa saja yang terlibat dan bertanggung jawab,” pungkas warga.
CATATAN REDAKSI:
Hingga berita ini diturunkan, pihak Redaksi belum mendapatkan Konfirmasi resmi terkait status Keanggotaan Namira Nasution dalam kepengurusan PKK maupun tanggapan dari pihak Kecamatan yakni Camat Medan Amplas di Hubungi tidak di Respon dan Kelurahan terkait tuntutan warga tersebut.
(ArybuaN)
