WKRI Cabang Paroki SMART Juara 3 Paduan Suara di Acara 100 Tahun WKRI
Terkamnews.com-MEDAN || Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Paroki SMART (Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat) Medan menghadiri dalam perayaan Hari ulang Tahun yang 100 Tahun, di Aula Raja Inal Siregar Lt. 2, Kantor Gubernur Sumatera Utara, pukul 10.00 Wib sampai selesai, Sabtu, (19/10/24).
Wanita Katolik Republik Indonesia berdiri pada tahun 1924 atas inisiatif seorang wanita bangsawan Yogyakarta yang juga tokoh intelektual wanita saat itu. Tergerak oleh keinginan luhur yang didasari oleh cinta kasih sebagai perwujudan iman katolik, Raden Ajeng Maria Soelastri Soejadi Sasraningrat.

Acara HUT 100 Tahun WKRI sebagai Ketua Panitia ibu Susi Meri Sinaga, dan Ketua Presidium WKRI DPD Sumut Ibu Rosdiana Situmorang. Di usia seabad ini mengambil Tema “Lahir Kembali Semakin Berarti’.
Salah satu kegiatan dalam acara ulang Tahun WKRI diadakan perlombaan Paduan Suara sengan membawa lagu “Seabad Wanita Katolik RI pencipta lagu Stefanus Diaz P., adapun peserta berjumlah 9 kontingen dengan mewakili daerah yakni WKRI Cabang Paroki SMART, Kontingen Tebing Tinggi, Kontingen Pematang Siantar, Kontingen Binjai, Kontingen Paroki Hayam Wuruk, Kontingen Berastagi, Kontingen Paroki Medan Timur, Kontingen Tanjung Balai, Kontingen Paroki Pasar Merah.
Perlombaan Paduan Suara dipimpin dengan 3 juri yang berpengalaman yakni Ketua Juri Satria Samosir, Anggota Juri 1 Krispin Simamora, Anggota Juri 2 Santia Devi.

Setelah selesai menunjukkan penampilan dari masing-masing kontingen, Juri Membacakan yang juara Paduan suara, bahwa Kontingen Paroki SMART mendapatkan Juara 3, yang jumlah personilnya 19 Orang.
Juara terbaik 2 Kontingen Paroki Hayam. Wuruk dan Juara terbaik 1 Kontingen Paroki Pasar Merah.
Sebelumnya Acara ini dimulai dengan ibadah Ekaristi, yang dipimpin langsung Uskup Mgr. Cornelius Sipayung, OFMCap., didampingi bersama 6 Pastor termasuk salah satunya Pastor Paroki SMART (Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat) Medan Pastor Aaron Taogo’aro Waruwu, OSC
Dalam homili Uskup menyampaikan dalam usia yang sudah 100 tahun WKRI, berarti semua perempuan merayakannya dengan sukacita, bahkan peran wanita ini sangat penting dalam karakter bangsa kita bisa berubah peran perempuan sangat kuat, peran ibu di dalam rumah tangga membentuk karakter anak sangat kuat.
Karena itu berbahagialah ibu yang tidak terlepas dari keberhasilan rumah tangga dalam menempa anak-anaknya. Sama seperti Tuhan Yesus, termasuk hasil penempatan watak Ibu-Nya Bunda Maria ketika kedudukannya sebagai manusia waktu itu di bumi ini. Mari kita hargai dan hormati pelayanan seorang ibu yang mulia itu,” kata Uskup Agung Sipayung.

Selesai ibadah dilanjutkan dengan acara Potong Nasi Tumpeng sebagai Simbolis Perayaan 100 Tahun WKRI. Kegiatan tersebut juga diwarnai perlombaan paduan suara, serta pemberian penghargaaan bagi tokoh-tokoh wanita di Sumut bahkan juga ada pengundian lucky drawer.
Salah satu acara Ulang Tahun WKRI
Ketua Presidium WKRI DPD sumut Ibu Rosdiana Situmorang administrasi umum Ir. lies Handayani Siregar, M.M., Tokoh masyarakat bapak Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H, mewakili Pangdam dan mewakili Kapolda, para suster serta umat yang hadir.
Kegiatan tersebut juga diwarnai perlombakan paduan suara, serta pemberian penghargaaan bagi tokoh-tokoh wanita di Sumut bahkan juga ada pengundian lucky drawer. (Red)
