TERKAIT DUGAAN TERJADINYA KEKOSONGAN OBAT POLI JIWA DI RSUD SULTAN SULAIMAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TIDAK MAMPU EVALUASI DAN PENGAWASAN.

TERKAIT DUGAAN TERJADINYA KEKOSONGAN OBAT POLI JIWA DI RSUD SULTAN SULAIMAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TIDAK MAMPU EVALUASI DAN PENGAWASAN.
SHARE
384 views

Terkamnews.com || –Serdang Bedagai  Kurangnya pengawasan dan Evaluasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terhadap RSUD Sultan Sulaiman terkait DUGAAN terjadinya kekosongan obat Poli Jiwa.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Sulaiman berdiri di JL. Negara KM 58 Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) merupakan rumah sakit milik Pemkap Sergai berdiri dibawah binaan Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai namun pada saat adanya keluhan Masyarakat terkait kekosongan obat itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Sergai menjadi diam ditempat tutup telinga.

Rumah sakit kebanggaan Masyarakat Serdang Bedagai itu sebelumnya diberitakan beberapa Media Online terkait dugaan kekosongan obat poli jiwa tidak hanya itu hal itu berlanjut dengan adanya aksi protes yang dilakukan keluarga pasien kepada pihak Management rumah sakit karna kesal obat sakit jiwa tidak ada digudang Farmasi rumah sakit.

Hal senada dikeluhkan Hendra Nababan salah satu keluarga pasien Gokkon Pandiangan merasa kesal dengan Pelayanan rumah sakit Sultan Sulaiman dimana sebagai pasien poli jiwa tidak mendapatkan obat yang seharusnya obat yang semestinya didapat sebanyak enam butir dan di akhir bulan Mei lalu dia mendapat hanya satu butir obat saja yang lebih Tragisnya lagi pihak rumah sakit pada saat itu akan mengupayakan akan membeli obat ke Apotik agar keluarga pasien tidak protes.

Hal seperti itu seharusnya tidak terjadi di rumah sakit kebanggaan Masyarakat Serdang Bedagai karna hal seperti itu bisa membuat kepercayaan Masyarakat menurun kepada rumah sakit itu sendiri.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sergai, dr. Yohnly Boelian Dachban dan Direktur rumah sakit Sultan Sulaiman , dr. Aldy Saragih ketika di konfirmasi wartawan keduanya memilih bungkam tak bersuara.

(Red/Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *