Masyarakat Merasa Kecewa Kembalikan Bantuan Pemerintah Desa Lae Langge Namuseng

Masyarakat Merasa Kecewa Kembalikan Bantuan Pemerintah Desa Lae Langge Namuseng
SHARE
199 views

Terkamnews.com-PAKPAK BHARAT || Tidak sesuai dari harapan, Masyarakat Desa Lae Langge – Namuseng beramai-ramai Kembalikan bantuan pemberdayaan dari Pemerintahan Desa berupa Alat pertanian Pompa Elektrik.

Menurut keterangan warga, yang enggan namanya disebut di media mengatakan, alat tersebut diduga asal-asalan atau palsu, dimana dalam kondisi baterai penuh saat digunakan hanya mampu 3 tanki saja sudah lowbat, seharusnya mampu hingga 10-15 tanki.

“Baru tiga 3 tanki sudah lowbat dan tidak bisa difungsikan padahal baterai saat digunakan penuh atau baru di carger, biasanya itu bisa mencapai 10-15 tanki jika baterai penuh”, Ungkap warga kepada media, (26/07/2024).

Dalam peningkatan perekonomian masyarakat, tentunya desa telah melakukan musyawarah desa dan ditetapkan di APBDes, para petani merasa bahagia akan mendapatkan mesin pompa elektrik, Akan tetapi menuai kekecewaan masyarakat setelah Alat tersebut dibagikan sehingga sepakat beramai-ramai mengembalikan barang tersebut ke Pemerintah Desa.6

Dilain waktu, Kepala Desa Lae Langge-Namuseng, Biller Berutu, saat dikonfirmasi via Aplikasi WhatsApp, (29/07/2024), mengatakan hal tersebut tidak sepenuhnya sesuai yang di ungkapkan masyarakatnya, dan mungkin ada kesalahan teknis saat proses pen cargeran dilakukan.

” Kedatangan masyarakat saat mengembalikan pompa elektrik tersebut datang secara baik-baik, kami terima juga dengan baik. Mereka memberikan keterangan bahwa katanya ketahanan alat tersebut hanya mampu 3-4 tanki saja saat digunakan, Nah kenapa saat kami lakukan pencargeran dengan waktu maksimal, lalu diuji coba disaksikan Polmas dan Perangkat pemerintah Desa pompa tersebut bisa mampu hingga 10 tanki, mungkin saja perkiraan ada kesalahpahaman masyarakat saat di carger lampu hijau menyala dikira baterai sudah penuh”, Jelas Kepala Desa saat dihubungi salah satu media.

Lanjut Kepala Desa, pihaknya juga telah melakukan tindak lanjut ke pemerintah kecamatan, BPD dan bahkan ke distributor barang dan melaporkan ke pengadaan barang untuk memastikan produk barang tersebut apakah palsu atau tidak,

“Kami dari pemerintahan telah melakukan tindak lanjutnya ke pemerintah kecamatan, BPD untuk memanggil masyarakat kembali mencari solusi, bahkan informasi ini sudah sampai ke pabrik pembuatan barang tersebut, kemungkinan pihak pabrik pun akan turun nantinya dalam proses penelitian kebenaran pompa tersebut.

Jika memang barangnya palsu atau rusak kita tetap lakukan proses tindak lanjut, jika sebaliknya jika barangnya bagus kita juga lakukan tetap ada konsekuensi bagi warga yang memberikan informasi palsu kepada media”, Tutup Kades. (DT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *