Berhati Mulia Dua Bocah Asal Pasar Rodi Suka Rela Menjaga Perlintasan Kereta Api

Berhati Mulia Dua Bocah Asal Pasar Rodi Suka Rela Menjaga Perlintasan Kereta Api
SHARE
395 views

Terkamnews.com || – Serdang Bedagai, “Demi menjaga Keselamatan Masyarakat sekitar dan orang-orang yang melintasi Rel Kereta Api tanpa Palang-pintu dua orang bocah warga Dusun II Pasar Rodi Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai secara suka rela menjaga perlintasan,”Sabtu (16/12/2023) Sore.

Hal itu mereka lakukan karena lokasi perlintasan tanpa palang tersebut pernah terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan adanya korban jiwa oleh karena itu dua Bocah asal Pasar rodi ini seusai pulang sekolah mereka melakukan swadaya menjaga perlintasan agar tidak lagi terjadi hal yang sama.

Muzia (12) bersama teman Adib (10) sepulang dari sekolah jika tidak ada pekerjaan rumah yang dilakukan dan mempunyai waktu yang luang mereka sering berkumpul di posko yang telah disediakan oleh pemuda setempat untuk tempat berjaga-jaga menunggu Kereta Api yang akan datang melintasi lokasi itu.

Semua yang kami lakukan ini adalah atas inisiatif bersama teman saya karena disini sudah pernah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan adanya korban,”Ujar muzia

Adib yang sebaya dengan Muzia juga mengatakan bahwa mereka tidak ingin ada lagi korban jiwa yang akibat kecelakaan kereta api di perlintasan yang tidak berpalang itu dan pekerjaan ini mulai mereka lakukan setelah Kecelakaan terakhir terjadi dengan alasan yang mulia yaitu ingin menjaga keselamatan orang banyak yang lewat di perlintasan itu.

Mereka berdua menyampaikan kepada awak media sebelum berangkat ke lokasi perlintasan mereka bedua terlebih dahulu meminta izin kepada orang tua dan baru bergegas menuju lokasi perlintasan dari pulang sekolah sampai sore hari menjaga perlintasan kadang ada orang yang memberi mereka uang hasil yang mereka dapat juga tidak menentu namun uang hasil pemberian orang tersebut mereka berdua gunakan untuk uang saku sekolah dan mereka anggap hal tersebut bisa mengurangi beban orang tua.

Orang yang melintas dari perlintasan ini kadang ada yang memberi kami uang om uang itu bisa kami buat untuk jajan disekolah,orang tua kami sudah melarang namun kami tetap kesini dengan alasan berharap orang yang lewat dari perlintasan ini ada yang memberi uang bisa untuk jajan sekolah kami untuk mengurangi beban orang tua jadi kami gak minta lagi sama mamak,”Pungkas Adib

Warga sekitar mensuport apa yang dilakukan anak-anak ini mereka merasa bangga bahwa anak-anak mereka mempunyai kepedulian untuk menjaga keselamatan orang lain dan warga sekitar.

Dewi warga sei rampah mengatakan kegiatan mulia ini bukan hanya dilakukan oleh anak-anak dikala senggang mereka tetapi juga dilakukan oleh pemuda dan warga sekitar yang mempunyai waktu untuk menjaga perlintasan kereta api tersebut.

Beliau berharap semoga apa yang dilakukan oleh anak-anak,pemuda dan warga sekitar tidak berhenti hanya sampai disini saja tapi bisa secara terus menerus dilakukan demi menyelamatkan nyawa banyak orang yang lewat disana dan apa yang mereka lakukan mendapatkan balasan pahala yang setimpal,”Harapnya (Red/Dandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *