Rakernas Dan Konferensi Pendidikan Tinggi LPTNU Di Buka Ketum PBNU

Rakernas Dan Konferensi Pendidikan Tinggi LPTNU Di Buka Ketum PBNU
SHARE
433 views

Terkamnews.com||Medan – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dan Konferensi Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini diselenggarakan di Santika Dyandra Convention Center Medan, Sumatra Utara, Rabu (8/3/2023).

Hal tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh KH Yahya Cholil Staquf dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno didampingi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof KH Yudian Wahyudi.

Turut mendampingi pula Wakil Gubernur Sumatra Utara H Musa Rajekhshah, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Utara Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan, Wakil Bupati Serdang Bedagai H Adlin Umar Yusri Tambunan, dan Atase Kebudayaan Kedutaan Arab Saudi.

Gus Yahya dalam sambutannya mengajak, para perwakilan pendidikan tinggi NU untuk memikirkan ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan sejalan dengan tema Rakernas LPTNU yaitu Merawat Jagat Membangun Peradaban dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

“Saya ingin mengajak Bapak Ibu Sekalian untuk berpikir ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan,” ujarnya.

Sebab, ilmu pengetahuan tidak bisa hanya dipahami untuk persaingan, melainkan dimandatkan untuk kemuliaan masa depan. “Kita punya mandat untuk berjuang agar ilmu pengetahuan kita kembangkan agar disumbangkan untuk upaya mencapai kemuliaan bagi masa depan umat manusia,” katanya.

Ketua Umum PBNU Ajak Konsolidasi Nahdliyin untuk Aktivasi Demografi NU

Hal tersebut sesuai dengan mandat yang ditegaskan Nabi Muhammad saw dalam haditsnya, bahwa Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

“Kalau makamarimal (kemuliaan) akhlak bukan hanya Islam saja, mandat Rasulullah itu itmam, bukan sama sekali baru menggantikan yang lama, hanya menyempurnakan,” ujarnya.

Sebelum Islam, sudah ada kemuliaan akhlak. Islam berkontribusi menyempurnakan makarim akhlak bagi masa depan bersama dengan elemen lain di tengah kehidupan peradaban umat manusia ini.

“Saya kira ini adalah visi yang layak untuk dikembangkan atas nama Nahdlatul Ulama karena kalau tidak seperti ini, kita tidak punya atsar (bekas) yang konstruktif untuk kita sumbangkan bagi pergulatan masa depan bersama,” ungkapnya.

Oleh karena itu, NU sebagai organisasi yang mengikuti ajaran ulama, maka satu-satunya yang layak untuk diperjuangkan oleh NU adalah kemuliaan masa depan umat manusia.

Gus Yahya menyampaikan selamat bermusyawarah kepada para hadirin peserta Rakernas. “Saya ucapkan selamat bermusyawarah kepada para hadirin peserta Rakernas semuanya,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Ia meyakini semua peserta datang dengan semangat yang baru, yang menggebu-gebu karena masih belum move on dari Harlah (Hari Lahir) 1 Abad NU. “Mudah-mudahan keranjingan terus sampai abad berikutnya,” katanya.

Ia berharap Rakernas ini menghasilkan rencana yang konkret bisa dikerjakan dan bisa terukur hasilnya menuju perbaikan. Sudah banyak pendidikan tinggi NU di Indonesia sehingga perlu dikonsolidasikan secara kelembagaan menjadi satu sistem sehingga bisa bergulat dalam kekuatan bersama untuk mencapai sasasran yang lebih strategis.

Sementara itu, Ketua LPT PBNU, Prof Ainun Na’im menyampaikan, momentum ini merupakan program untuk menindaklanjuti arahan syuriyah maupun tanfidziyah NU untuk mengisi abad kedua NU, yaitu dengan membangun pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas pendidikan kita sehingga berkontribusi untuk masa depan bangsa.

Ia juga melaporkan kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari 300 PTNU. Hadir pula perwakilan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Kami sadar kita harus berkolaborasi dengan PTN baik di bawah Kemendikbudristek maupun PTKIN. Juga PTS lainnya hadir untuk berkolaborasi membangun pendidikan tinggi kita,” katanya.

Rakernas ini juga, kata Ainun, bakal menjalin kerja sama dengan industri CEO Microsoft Indonesia untuk membangun PTNU. “Kita meningkatkan mutu dan tatakelola pendidikan tinggi,” kata Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Wapres menyampaikan ada lima pesan yang perlu dikonsolidasikan di dalam Rakernas dan Konferensi PTNU.

1. Mengenai pengembangan ilmu-ilmu di lingkungan PTNU untuk menciptakan al-mutafaqqihina fiddin (ahli-ahli agama). “Tidak hanya memahami ajaran-ajaran agama secara tekstual (qawli), tetapi juga secara kontekstual dan dinamis (manhaji), yang mampu merespons berbagai permasalahan dan tantangan yang muncul di masa yang akan datang,” jelasnya.

2. Menurut Wapres, manusia diberikan tanggungjawab sebagai pelaku pembangunan untuk memakmurkan bumi dengan cara mengelola dan membangun bumi serta peradabannya.
“Pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk kemakmuran umat dan kemajuan negara, karena ilmu pengetahuan dan inovasi merupakan kunci kemakmuran dan peradaban (miftahul imarah),” terangnya.
Lebih jauh Wapres menambahkan pentingnya pemikiran-pemikiran ataupun inovasi untuk menghadapi permasalahan-permasalahan, baik di tingkat nasional maupun global.

3. Kontribusi perguruan tinggi bagi NU dalam bentuk pemikiran-pemikiran yang bersifat responsif dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul di berbagai bidang.

4. Kualitas pendidikan tinggi perlu ditingkatkan dengan melakukan perbaikan-perbaikan dalam penyelenggaraan kegiatan, serta perluasan kerjasama dengan instansi lain, termasuk kementerian/lembaga.
“Pengelolaan lembaga pendidikan tinggi dilakukan secara profesional, baik dalam kaitan dengan penyempurnaan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, penyempurnaan sarana dan prasarana pendidikan, maupun administrasi pendidikan dan pembiayaan,” ujarnya.

5. Wapres juga meminta untuk dilakukan pengembangan hubungan dan kemitraan dengan dunia usaha atau industri, sehingga keduanya bisa maju bersama dengan mengembangkan sumber daya dan potensi lokal di tiap-tiap daerah lokasi PTNU.

Menutup sambutannya, Wapres mengharapkan agar kegiatan tersebut dapat menghasilkan solusi serta strategi dalam peningkatan kualitas Lembaga PTNU.
“Saya harapkan acara ini dapat melahirkan rekomendasi yang dapat menjawab dan menyelesaikan berbagai persoalan, mengukuhkan komitmen kebangsaan, sekaligus meningkatkan kualitas PTNU secara kelembagaan dan PTNU secara keseluruhan,” pungkasnya.

(Tim/IDR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *