Moeldoko Cawapres Terkuat Pilihan Musra
Terkamnews.com-JAKARTA || Hasil musyawarah rakyat (Musra) Indonesia yang diselenggarakan oleh organisasi relawan Joko Widodo (Jokowi) di berbagai daerah patut dicermati oleh partai politik. Pasalnya, selama penyelenggaraan Musra di beberapa daerah menempatkan nama Moeldoko berada di urutan teratas untuk posisi calon wakil presiden (cawapres).
“Partai Politik sebaiknya mempertimbangkan dan mencermati hasil Musra pada daerah-daerah yang merupakan lumbung pemilih Indonesia dalam menentukan calon presiden atau calon presiden yang akan diusung,” kata Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, di Jakarta, Jumat (3/3/2023).
Sebut saja di Jawa Timur, Moeldoko mengantongi 1.455 suara atau 24,72 persen. Ia bahkan mengalahkan nama-nama populer lainnya, seperti Mahfud Md (29,08 persen), Khofifah Indar Parawansa (14,51 persen), Sandiaga Uno (5,67 persen) , dan Erick Thohir (5,37 persen).
Hasil tersebut patut dicermati, mengingat data pemilihan 2019 yang lalu, tercatat lebih dari 30 juta pemilih berada di wilayah Jawa Timur. “Jumlah pemilih yang dilibatkan dari berbagai kalangan sangat menggambarkan pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu dan pilpres 2024 yang akan datang,” kata Fernando.
Menurut Fernando, meskipun masing-masing tempat memunculkan nama sebagai representasi dari daerah tersebut, tetapi yang unggul selalu muncul dalam setiap Musra. Karena itu, ia memprediksi, nama Moeldoko bakal menjadi rebutan partai politik untuk memasangkan dengan calon presiden yang akan mereka usung.
“Seperti nama Moeldoko yang menempati posisi pada urutan pertama sebagai calon wakil presiden, sangat mungkin menjadi rebutan para calon presiden,” kata Fernando.
Fernando menambahkan, latar belakang Moeldoko yang dikenal sebagai Panglima TNI merakyat, menjadi salah satu harapan para responden untuk memilih pemimpin yang akan datang. “Saya sangat berharap pilpres 2024 akan memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang memiliki kualitas berdasarkan kapasitas, kapabilitas, dan integritas. Bukan hanya sekadar berdasarkan popularitas, elektabilitas, dan isi tas,” sambung dia. (Tim)
