Peristiwa

Rasa Peduli, Uba Pasaribu Akan Dampingi Ibu Tukang Sapu Angkot di Terminal Urus Adminduk

SHARE
652 views

Terkamnews.com-MEDAN || Rini Ratna Kusumaningsih 37 tak mau menyerah dengan keadaan, demi bertahan hidup sebagai tukang sapu angkot dia lakoni dengan tidak gengsi maupun rasa malu.

Mereka mendapat tumpangan di Eks loket penjualan tiket Bus yang tak digunakan lagi di terminal Amplas.

Mereka hidup paspasan seadanya.

“Terkadang kami tak makan, pagi hari kami ngutang sarapan biar bisa makan anakku dan siang kami jajan dua ribu rupiah per orang, bagaimana mau kita bilang pak memang sudah nasib kami seperti ini, bapak lihatlah tempat kami ini,” katanya lirih seraya menunjuk kediamannya yang tak layak huni, Senin (28/03/2022).

“Memang betul sepertinya anak bungsuku ini tau keadaan ibunya tak rewel meskipun tidur tiduran dengan tikar seadanya,dan di balut pakaiyan baby yang sangat Kumal dan di lilit sarung , ditinggal begitu saja jika ada angkot datang ibunya berlari demi dua ribu rupiah untuk bertahan hidup,” ucapnya.

Dan apapun tak ada barang istimewa di eks loket yang mereka tempati kecuali sebuah lemari terbuat dari kayu.

Mereka tak punya kelambu untuk menangkis angin malam dan serangan nyamuk.

Mereka tak punya beras untuk memasak membuat hati ini serasa remuk redam kala dengar kisah pilu yang mereka hadapi.

Celakanya keluarga ini tak punya selembar identitas diri baik KK maupun KTP.

“Kami sudah bolak balik urus tapi tak bisa kata Kepling disini,” ungkapnya pilu ke Tim Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera saat kemarin ketika menyambangi kediaman mereka atas laporan warga ke Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera yang sedari awal memposisikan diri peduli kemanusiaan.

Uba Pasaribu berjanji akan mendampingi besok dalam pengurusan adminduknya.

Ibu empat orang anak ini kabarnya di tinggal suami karena menghadapi proses Hukum.

Wanita jelang paruh baya asal Kabupaten Lombok Timur ini adalah wanita tangguh,Ceritanya beberapa tahun lalu di janjikan orang bisa kerja di Malaysia,dan kemudian di bawa ke Jakarta,beberapa bulan di Jakarta tak kunjung di berangkatkan ke Malasya,membuatnya kabur dan di bawa kawannya pulang ke Siantar.

Hari ini Senin 28 Maret 2022 Uba Pasaribu Ketua Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera mendampingi Rini Kedisdukcapil Kota Medan dengan harapan bisa mendapat selembar kertas pengakuan Kartu Keluarga,namun Rini di suruh pulang kembali ke Eks terminal untuk melengkapi berkasnya diantaranya tanda tangan suami yang lagi menghadapi proses Hukum.

Bagaimana aku mau ketemu suamiku di penjara ,sementara kalau bertemu suami harus ada KTP.

(Triknews)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *