Medan

Rapat Persaudaraan Media Online, Andi : Berita Harus Objektif, Independen dan Berimbang

SHARE
236 views

Terkamnews.com-MEDAN || Sejak berdirinya persaudaraan media online dengan media online or  www.perslinenews.com telah melakukan pemberitaan – pemberitaan yang membantu sesuai fakta dan mengungkap kebenaran. Persaudaraan Media Online terdiri dari beberapa media online yang sudah memiliki kemampuan dalam menyajikan berita-berita yang berkualitas.

Pembahasan dalam rapat adalah membahas program kerja dimana persaudaraan media online harus mampu bersinergi dengan pemerintah, kepolisian dan TNI dalam memberikan informasi yang berkualitas kepada para pembaca.

Persaudaraan Media Online Kota Medan melakukan rapat dan evaluasi kinerja dari Team selama dibentuk. Rapat diadakan di kantor redaksi beralamat jalan.Madio Santoso Gg Marto 72i.

Adapun peserta rapat sebagai berikut :
Penasehat : Usman Syarif,SE.,SH., Abdi
Pimpinan Redaksi : Andi,S.Kom.,SH. Bendahara :  Samsidar Saragih
Humas : Yanti Br Sitompul
Wakil Humas : Annisa
Kordinator Liputan : Juliver Lubis,S.Kom,
Wakil Kordinator Liputan : CESERIA REHULINA
Tim Kreatif : Fazri  Alwi, Tama, Lois, ALexa
Wartawan Redaksi : Debi Yanti

Pada saat rapat terbatas, Andi Selaku Pimpinan menyampaikan Pelaksanaan fungsi kontrol sosial oleh pers sebagian besar ditujukan kepada pemerintah dan aparat negara. Karenanya, fungsi ini selalu membela kepentingan masyarakat. Namun, sesungguhnya kontrol sosial ini juga dapat diberikan kepada masyarakat sebagai bagian dari sistem kemasyarakatan.

Dalam fungsi kontrol sosial ini, terdapat beberapa unsur pendukung, yaitu: (i) Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan), (ii) Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat), (iii)  Social  support (dukungan  rakyat  terhadap  pemerintah), dan terakhir (iv) Social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah)

Dalam perannya sebagai control social, kondisi pers Indonesia memang mengalami pasang surut. Hal ini sangat tergantung pada kepemimpinan pemerintah. Pada masa orde baru, misalnya peran social pers hampir-hampir tidak tampak. Hal ini disebabkan pemerintah tidak mau borok-boroknya di ketahui public.

Dalam hal ini  pers hanya berperan sebagai media pendidikan yang memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan serta wawasan dan media hiburan, bahkan menjadi corong pemerintah untuk memberikan informasi yang berbau positif yang telah dilakukan pemerintah, seperti keberhasilan dalam pembangunan dan tidak boleh memberitakan hal hal yang negative yang dilakukan pejabat pemerintah, pada masa orde baru kebebasan pers hampir tidak dapat dirasakankan sesuai dengan fungsinya, banyak pers yang khawatir bahwa keberadaannya akan terancam di saat mereka tidak mengikuti sitem yang berlaku, cara inilah yang sering mendorong pers terpaksa harus bersikap mendua terhadap suatu masalah yang berkaitan dengan kekuasaan.

Sedangkan pada era reformasi, kebebasan pers semakin di akui sesuai dengan di keluarkannya Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 2 bahwa,

“kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum, sedangkan pasal 3 ayat 1 pers nasional berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.  Itu berarti selain sebagai media yang memiliki kebebasan untuk mencari dan menyebarkan informasi, pers juga memikul tanggung jawab sebagai penjaga demokrasi dengan aktif melakukan pengawasan terhadap lingkungan di manapun ia berada. Di era reformasi semua obyek tersentuh baik perorangan, instansi pemerintah, pejabat Negara atau presiden sekalipun.

Pemberitaan media sangat berdampak terhadap psikologi, gaya hidup, dan opini masyarakat. setiap perilaku dan pola pikir masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh pemberitaan di media massa. Sehingga jika pemberitaan itu tidak baik maka secara tidak langsung opini dan perilaku  masyarakat juga   akan terpengaruh.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa peran media cukup sentral dalam perkembangan perilaku masyarakat. Sehingga diharapkan para wartawan persaudaraan media online dalam melakukan peliputan harus bersifat : independen, objektif dan berimbang. (Red/Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *