Ojol Sumut Gelar Aksi Akbar 18 Juni, Desak Kepastian Potongan Aplikasi 8 Persen dan Soroti Dampak BBM

Ojol Sumut Gelar Aksi Akbar 18 Juni, Desak Kepastian Potongan Aplikasi 8 Persen dan Soroti Dampak BBM
SHARE
12 views

Terkamnews.com-Medan || Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Sumatera Utara akan menggelar Aksi Akbar Ojol Sumut pada 18 Juni 2026. Aksi tersebut akan dipusatkan di DPRD Sumatera Utara dan Kantor Pertamina Sumbagut dengan membawa dua isu utama, yakni kepastian penerapan potongan aplikasi maksimal 8 persen serta dampak biaya operasional akibat kondisi bahan bakar minyak (BBM).

Koordinator aksi, Syahbudi mengatakan, para pengemudi masih menunggu kejelasan terkait kebijakan pemerintah mengenai pengaturan potongan aplikasi bagi mitra pengemudi online.

Menurutnya, Presiden telah mengumumkan kebijakan terkait pengaturan potongan aplikasi sebesar 8 persen pada 1 Mei 2026. Bahkan, berdasarkan berbagai pemberitaan yang beredar, kebijakan tersebut ditargetkan mulai berlaku pada awal Juni 2026.

Namun hingga pertengahan Juni, kata Syahbudi, banyak pengemudi mengaku belum memperoleh informasi yang jelas mengenai implementasi kebijakan tersebut di lapangan.

“Kami menyambut baik kebijakan yang diumumkan pemerintah karena diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan driver. Namun sampai hari ini para pengemudi masih menunggu kepastian mengenai pelaksanaannya. Karena itu kami meminta pemerintah memberikan penjelasan yang terbuka agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan driver,” ujar Syahbudi.

Ia menegaskan, tuntutan yang dibawa dalam aksi bukan untuk menolak kebijakan pemerintah, melainkan meminta agar kebijakan yang telah diumumkan dapat segera diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh para pengemudi online.

Selain persoalan potongan aplikasi, massa aksi juga akan menyampaikan aspirasi terkait meningkatnya biaya operasional yang dirasakan pengemudi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Syahbudi, meskipun BBM subsidi jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan harga, sejumlah pengemudi mengaku semakin sering mengalami kesulitan memperoleh BBM tersebut di lapangan. Akibatnya, sebagian driver memilih menggunakan Pertamax yang memiliki harga lebih tinggi untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Keluhan yang banyak kami terima adalah soal biaya operasional. Ketika Pertalite sulit diperoleh, driver terpaksa menggunakan Pertamax agar tetap bisa bekerja. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap pengeluaran harian para pengemudi,” katanya.

Karena itu, para peserta aksi juga meminta perhatian pemerintah dan pihak terkait terhadap kondisi yang dihadapi pengemudi online, khususnya yang berkaitan dengan biaya operasional transportasi.

Diperkirakan sekitar 200 pengemudi online akan mengikuti aksi tersebut. Panitia menegaskan kegiatan akan berlangsung secara damai dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Syahbudi berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga kebijakan yang telah diumumkan benar-benar memberikan manfaat bagi para pengemudi online di seluruh Indonesia.

“Harapan kami sederhana, yaitu adanya kepastian terhadap kebijakan potongan aplikasi 8 persen dan perhatian terhadap biaya operasional yang terus menjadi keluhan para driver. Aspirasi inilah yang akan kami sampaikan dalam aksi nanti,” tutupnya.(Msr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *