Debit Air Terus Meninggi 11 Kecamatan di Sergai Dilanda Banjir,14.533 KK Terdampak dan 2.000 KK Terpaksa Mengungsi

Debit Air Terus Meninggi 11 Kecamatan di Sergai Dilanda Banjir,14.533 KK Terdampak dan 2.000 KK Terpaksa Mengungsi
SHARE
298 views

Terkamnews.com || Serdang Bedagai SUMUT.  Debit Air Terus Meninggi 11 Kecamatan di Sergai Dilanda Banjir,14.533 KK Terdampak dan 2.000 KK Terpaksa Mengungsi.

Walaupun Hujan mulai Reda, namun Debit Air terus meninggi di wilayah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menyebarkan Banjir melanda 11 Kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada di KK Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (29/11/2025).

Seperti halnya di wilayah Kecamatan Sei Rampah badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Tebing tinggi penuh digenangi air dan bahkan sejumlah Kantor yang berada di Komplek Perkantoran Bupati Sergai terendam Air.

Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai Abdul Rahman Purba melalui Kabid Pelayanan, Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana Marnangkok Gultom saat dihubungi, Sabtu (29/11) melalui Whats Appnya membenarkan adanya 11 Kecamatan di Sergai yang dilanda Banjir.

Menurut Marnangkok terjadinya Banjir tersebut dipincu oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi selama tiga hari yang lalu di wilayah Sergai membuat Debit air sungai meningkat dan meluap, akibat jebolnya beberapa tanggul sungai,seperti meluapnya Sungai Sibarau di Kecamatan Dolok Masihul, Sungai Bahilang di Kecamatan wilayah Tebing Tinggi,BSungai Belutu dan Sungai Senangkung di Kecamatan Seirampah.

Selanjutnya Marnangkok menjelaskan berdasarkan data sementara sampai Sabtu Sabtu (29/11) tercatat sebanyak 14.533 Kepala Keluarga (KK) terdampak Banjir yang tersebar puluhan Desa dari 11 Kecamatan,yaitu Kecamatan Sipispis 83 KK, Kecamatan Tebing Syahbandar 462 KK, Kecamatan Dolok Masihul 942 KK, Kecamatan Perbaungan 1.617 KK, Kecamatan Teluk Mengkudu 535 KK, Kecamatan Pantai Cermin 137 KK, Kecamatan Seirampah 2.107 KK.

Kumudian Kecamatan Tebing Tinggi 266 KK, Kecamatan Tanjung Beringin 5.330 KK, Kecamatan Bandar Khalipah 1.841 KK dan
11. Kecamatan Seibamban 1.223 KK.

“Dalam Pendataan yangg terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai tercatat sekitar 2.000 KK terpaksa mengungsi ke Posko-Posko darurat atau ke rumah keluarga mereka yang tidak terdampak Banjir, sementara ketinggian air untuk sementara antara 30 sampai 100 Cm dan sampai hari ini Debit air dilaporkan masih meningkat, sehingga masuk rumah warga,”katanya.

Menanggapi situasi tersebut, sebutnya
BPBD Sergai telah mendirikan 27 unit tenda Darurat di Desa Sei Buluh Kecamatan Perbaungan 2 unit, satu unit di Desa Liberia,satu unit di Desa Pematang Setrak,satu unit di Desa Pasar Baru di Kecamatan Teluk Mengkudu. 4 unit di Desa Cempedak Lobang, Desa Seirampah 6 unit,Desa Pematang Ganjang 4 unit di Kecamatan Seirampah.

Kemudian Desa Sukadamai Kecamatan Seibamban satu unit, Desa Juhari Kecamatan Bandar Khalipah 4 unit, Desa Paya Lombang satu unit dan Desa Bah Sumbu satu unit di Kecamatan Tebing Tinggi, keduanya tenda dari Dinsos Sergai serta satu unit di Desa Paya Pinang Kecamatan Tebing Syahbandar Bandar tenda dari Dinsos Sergai

Ia menambahkan sampai hari ini pihaknya untuk mengevakuasi dan Mobilitas Masyarakat pihaknya juga telah memberikan Perahu 7 unit karet kepada Desa Cempedak Lobang satu Unit, Desa Seirampah 3 unit, Desa Pematang Ganjang sat unit dan Desa Firdaus satu unit di Kecamatan Seirampah serta satu unit Desa Juhari Kecamatan Bandar Khalipah

Marnangkok juga mengimbau Masyarakat untuk tetap Waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kita tetap mengingatkan Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bedagai agar meningkatkan Kewaspadaan. Segera amankan surat-surat berharga, barang elektronik terutama bagi warga yang mempunyai anak Balita serta hindari Aktivitas berisiko di sekitar aliran sungai,” pintanya

BPBD Sergai bersama tim relawan dan Perangkat Desa saat ini terus mendata warga terdampak serta memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah Antisipasi jika Debit Air semakin meningkat. Pemerintah Daerah juga berkoordinasi untuk menyiapkan Posko siaga dan tempat Evakuasi bagi warga yang terdampak.

(Maulana irham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *